Senin, 26 Maret 2012

Ibuku adalah Malaikat Nyataku


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismilahirrohmannirrohim.....

Teruntuk Ibu yang aku rindukan...

aku menciptakan narasi ini,
Karena aku ingin mengungkapkan, betapa aku merindukanmu, Umi....

aku KECEWA...
Ibu, aku kecewa padamu.
Karena Engkau telah membiarkanku terjebak dalam lautan rindu, saat ini...
aku yang selalu menunggumu di setiap sujudku, berharap engkau kembali mengelus punggungku...
Sesungguhnya kekecewaan ini hanyalah sebuah jeritan dari lubuk hatiku, bahwa...
aku sangat mencintaimu, Ibu...

aku MARAH...
Ibu, aku marah padamu.
Karena Engkau telah meninggalkanku disaat aku bersama belahan dirimu yang lain membutuhkan dekapan halus tanganmu...
aku mengharapkan ketulusan, kasih sayang, dan belaianmu, Ibu....
sesungguhnya kemarahan ini muncul karena aku sadar, bahwa....
aku sangat mengharapkanmu, Ibu....

aku SEDIH...
Ibu, aku sedih karenamu.
Karena Engkau telah membuatku meratapi kepergianmu yang tidak pernah aku harapkan...
aku tak pernah melepaskan tasbihku, untuk menghitung hari, menghitung kedatanganmu, bahkan dalam mimpiku...
aku sangat membutuhkanmu, Ibu...

Ya Allah, Ya Wasi’...
Jika pesan ini dapat tersampaikan kepadanya...
aku ingin mengatakan :
Ibu...
aku Cinta padamu.
aku Rindu padamu.
aku Sayang padamu.
tapi aku telah Rela,
jika malaikat memang harus menjemputmu,
jika malaikat memang harus menunjukkan jalanmu menuju keabadian.

Ya Allah, Ya Basit...
Lindungilah Dia, limpahkanlah rahmat-Mu kepadanya, lapangkanlah alam kuburnya, dan beratkanlah timbangan kebaikannya, agar Dia bisa bertemu dengan-Mu di Surga...

aku mengerti semua kondisi ini, bahwa Allah menyayangiku....
karena dengan kondisi ini, aku menyadari, bahwa...
Ibu adalah malaikat bagiku, malaikat terindah yang sayapnya memberikan kehangatan dan kasih sayang yang melimpah. Bahkan dengan mengingatnya, aku merasakan kedamaian....
Ibu adalah api bagiku, api yang mampu memanaskan semangat dan kekuatan dalam diriku. Bahkan dengan merindunya, aku merasakan diriku tergoyah dari peraduan....

Ya Allah, Ya Mujib...
Jika ini adalah kesempatan terakhirku untuk berharap kepadamu :
Ya Allah, jikapun aku adalah penghuni jahanam, aku berharap Engkau mempertemukanku dengan Ibu di akhirat kelak di samping pohon kurma bersama para wali Allah.
Walaupun hanya sedetik....
Amin....

Dari belahan jiwamu yang selalu merindukan....
Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Artikel Terkait Lainnya:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar