Minggu, 09 September 2012

Cinta Sejati


Suatu hari seorang anak bertanya kepada ibu nya !!
"apakah cinta sejati itu guru?"
 Ibunya menjawab, "Berjalanlah lurus di taman bunga yang luas, lalu petiklah satu bunga yang terindah menurutmu dan jangan pernah berbalik ke belakang..."

Anak itu pun melaksanakan apa yang dikatakan gurunya, dan beberapa waktu kemudian ia kembali dengan tangan hampa.

Ibunya berkata : "Mana bunganya?"
Seorang anak itu menjawab " saya tidak bisa mendapatkannya guru, sebenarnya saya telah menemukannya tapi saya berfikir di depan ada yang lebih bagus dan lebih indah lagi. dan ketika saya sampai di ujung taman, saya baru menyadari bahwa yang saya temui pertama tadi itulah yang terbaik, tapi saya tidak bisa kembali ke belakang"

Ibunya menjawab, "seperti itulah cinta sejati, semakin kau mencari yang terbaik, maka kamu tidak akan pernah menemukannya.."

Jangan pernah kau sia-siakan cinta yang ada di hatimu karena waktu tak akan pernah kembali...

Baca Selengkapnya »»  

Kisah Uang Rp.1000 dan Rp.100.000


Sama-sama
terbuat dari kertas,
sama-sama dicetak dan
diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah
dari Bank dan beredar di masyarakat.
Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi
secara tidak sengaja di dalam
dompet seorang pemuda.
Kemudian diantara kedua uang
tersebut terjadilah percakapan,

Rp.100.000 bertanya kepada
yang Rp.1000 "kenapa badan kamu begitu lusuk,
kotor dan bau amis?"

Dijawablah olehnya "karena aku begitu keluar
dari Bank langsung ditangan orang-orang
bawahan, dari tukang becak,
tukang sayur,
penjual ikan dan di tangan
pengemis"

Lalu Rp.1000 bertanya balik pd
Rp.100.000
"kenapa kamu kelihatan begitu
baru, rapi dan masih bersih?"

Dijawabnya "karena begitu aku
keluar dari
Bank, langsung disambut perempuan cantik
dan beredarnyapun di restauran
mahal, di mall
dan jg hotel-hotel berbintang
serta keberadaanku selalu dijaga dan
jarang keluar dari dompet"

Lalu Rp.1000 bertanya lagi
"pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"

Dijawablah oleh Rp.100.000
"belum pernah "

Rp.1000. pun berkata lagi
"ketahuilah,,walaupun keadaanku seperti ini
adanya, setiap jum'at aku selalu mampir di
Masjid-Masjid,
dan ditangan anak-anak yatim,
bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan
karena aku tidak dipandang manusia bukan
karena nilai tapi yang dipandang adalah
sebuah manfaat."

Akhirnya menangislah uang
Rp.100.000 karena
merasa besar, hebat, tinggi tapi
tidak begitu bermanfaat selama ini.

##
Jadi bukan seberapa besar
penghasilan Anda,
tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu.
Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang
yang selalu mensyukuri nikmat
dan memberi manfaat untuk semesta alam serta
dijauhkan dari sifat sombong

Baca Selengkapnya »»  

Kunci Gembok Hati


Sebuah Gembok Dengan Kokoh Mengunci Pintu Pagar.
Sebatang Tongkat Besi Yang Gagah Perkasa Mengerahkan Seluruh Tenaganya,
Tetapi Tetap Saja Tak Mampu Membuka Gembok Itu.
Datanglah Sebuah Kunci Yang Kecil. Lalu

Dengan Ringan Kunci Kecil Itu
Berputar, Satu Suara ‘Klik’ Dan Terbukalah Gembok Itu.
Batang Besi Tak Habis Pikir Bertanya, ” Mengapa Aku Yang Setengah Mati Mengerahkan Tenaga Tak Bisa Membukannya, Tetapi Kamu Yang Kecil Dengan Mudahnya Berhasil ?”
Kunci Menjawab,“Itu Karena Aku Memahami Isi Hatinya.”


Hati Setiap Manusia Ibaratnya Pintu Yang Tergembok, Batangan Besi Yang Paling Kokoh Pun Tak Bisa Membukanya.
Perhatian Dan Kasih Sayang Akan Merubah Kita Menjadi Sebuah Kunci Kecil Yang Akan Dapat Memahami Dan Membuka Pintu Hati Orang Lain
Baca Selengkapnya »»  

Perbedaan Mahasiswa dan Dokter


Seorang Profesor Dari Sebuah Universitas Terkenal Menantang Mahasiswa-Mahasiswa Nya Dengan Pertanyaan Ini, “Apakah Tuhan Menciptakan Segala Yang Ada?”.
Seorang Mahasiswa Dengan Berani Menjawab, “Betul, Dia Yang Menciptakan Semuanya”.
“Tuhan Menciptakan Semuanya?” Tanya Professor Sekali Lagi. “Ya, Pak, Semuanya” Kata Mahasiswa Tersebut.

Profesor Itu Menjawab, “Jika Tuhan Menciptakan Segalanya, Berarti Tuhan Menciptakan Kejahatan. Karena Kejahatan Itu Ada, Dan Menurut Prinsip Kita Bahwa Pekerjaan Kita Menjelaskan Siapa Kita, Jadi Kita Bisa Berasumsi Bahwa Tuhan Itu Adalah Kejahatan”.
Mahasiswa Itu Terdiam Dan Tidak Bisa Menjawab Hipotesis Professor Tersebut. Profesor Itu Merasa Menang Dan Menyombongkan Diri Bahwa Sekali Lagi Dia Telah Membuktikan Kalau Agama Itu Adalah Sebuah Mitos.
Mahasiswa Lain Mengangkat Tangan Dan Berkata, “Profesor, Boleh Saya Bertanya Sesuatu?”.
“Tentu Saja,” Jawab Si Profesor,
Mahasiswa Itu Berdiri Dan Bertanya, “Profesor, Apakah Dingin Itu Ada?”
“Pertanyaan Macam Apa Itu? Tentu Saja Dingin Itu Ada.
Kamu Tidak Pernah Sakit Flu?” Tanya Si Professor Diiringi Tawa Mahasiswa Lainnya.
Mahasiswa Itu Menjawab, “Kenyataannya, Pak, Dingin Itu Tidak Ada.
Menurut Hukum Fisika, Yang Kita Anggap Dingin Itu Adalah Ketiadaan Panas. Suhu -460F Adalah Ketiadaan Panas Sama Sekali. Dan Semua Partikel Menjadi Diam Dan Tidak Bisa Bereaksi Pada Suhu Tersebut. Kita Menciptakan Kata Dingin Untuk Mendeskripsikan Ketiadaan Panas.”
Mahasiswa Itu Melanjutkan, “Profesor, Apakah Gelap Itu Ada?” Profesor Itu Menjawab, “Tentu Saja Itu Ada.”
Mahasiswa Itu Menjawab, “Sekali Lagi Anda Salah, Pak.
Gelap Itu Juga Tidak Ada. Gelap Adalah Keadaan Dimana Tidak Ada Cahaya. Cahaya Bisa Kita Pelajari, Gelap Tidak.
Kita Bisa Menggunakan Prisma Newton Untuk Meme-Cahkan Cahaya Menjadi Beberapa Warna Dan Mempelajari Berbagai Panjang Gelombang Setiap Warna. Tapi Anda Tidak Bisa Mengukur Gelap. Seberapa Gelap Suatu Ruangan Diukur Dengan Berapa Intensitas Cahaya Di Ruangan Tersebut. Kata Gelap Dipakai Manusia Untuk Mendeskripsikan Ketiadaan Cahaya.”
Akhirnya Mahasiswa Itu Bertanya, “Profesor, Apakah Kejahatan Itu Ada?”
Dengan Bimbang Professor Itu Menjawab, “Tentu Saja, Seperti Yang Telah Kukatakan Sebelumnya.
Kita Melihat Setiap Hari Di Koran Dan TV. Banyak Perkara Kriminal Dan Kekerasan Di Antara Manusia. Perkara-Perkara Tersebut Adalah Manifestasi Dari Kejahatan.”
Terhadap Pernyataan Ini Mahasiswa Itu Menjawab, “Sekali Lagi Anda Salah, Pak.
Kajahatan Itu Tidak Ada. Kejahatan Adalah Ketiadaan Tuhan. Seperti Dingin Atau Gelap, Kajahatan Adalah Kata Yang Dipakai Manusia Untuk Mendeskripsikan Ketiadaan Tuhan.
Tuhan Tidak Menciptakan Kajahatan. Kajahatan Adalah Hasil Dari Tidak Adanya Kasih Tuhan Dihati Manusia. Seperti Dingin Yang Timbul Dari Ketiadaan Panas Dan Gelap Yang Timbul Dari Ketiadaan Cahaya.”
Profesor Itu Terdiam.
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Tikus yang Ketakutan


Sepasang Suami Dan Istri Petani Pulang Kerumah Setelah Berbelanja.
Ketika Mereka Membuka Barang Belanjaan, Seekor Tikur Memperhatikan
Dengan Seksama Sambil Menggumam “Hmmm…Makanan Apa Lagi Yang Dibawa
Mereka Dari Pasar??”
Ternyata, Salah Satu Yang Dibeli Oleh Petani Ini Adalah Perangkap
Tikus. Sang Tikus Kaget Bukan Kepalang. Ia Segera Berlari Menuju
Kandang Dan Berteriak ” Ada Perangkap Tikus Di Rumah….Di Rumah
Sekarang Ada Perangkap Tikus….”

Ia Mendatangi Ayam Dan Berteriak ” Ada Perangkap Tikus”
Sang Ayam Berkata ” Tuan Tikus…, Aku Turut Bersedih, Tapi Itu Tidak
Berpengaruh Terhadap Diriku”
Sang Tikus Lalu Pergi Menemui Seekor Kambing Sambil Berteriak.
Sang Kambing Pun Berkata ” Aku Turut Ber Simpati…Tapi Tidak Ada Yang
Bisa Aku Lakukan”

Tikus Lalu Menemui Sapi. Ia Mendapat Jawaban Sama. ” Maafkan Aku. Tapi
Perangkap Tikus Tidak Berbahaya Buat Aku Sama Sekali”
Ia Lalu Lari Ke Hutan Dan Bertemu Ular. Sang Ular Berkata ”
Ahhh…Perangkap Tikus Yang Kecil Tidak Akan Mencelakai Aku”
Akhirnya Sang Tikus Kembali Kerumah Dengan Pasrah Mengetahui Kalau Ia
Akan Menghadapi Bahaya Sendiri.

Suatu Malam, Pemilik Rumah Terbangun Mendengar Suara Keras Perangkap
Tikusnya Berbunyi Menandakan Telah Memakan Korban. Ketika Melihat
Perangkap Tikusnya, Ternyata Seekor Ular Berbisa. Buntut Ular Yang
Terperangkap Membuat Ular Semakin Ganas Dan Menyerang Istri Pemilik
Rumah. Walaupun Sang Suami Sempat Membunuh Ular Berbisa Tersebut, Sang
Istri Tidak Sempat Diselamatkan.

Sang Suami Harus Membawa Istrinya Kerumah Sakit Dan Kemudian Istrinya
Sudah Boleh Pulang Namun Beberapa Hari Kemudian Istrinya Tetap Demam.
Ia Lalu Minta Dibuatkan Sop Ceker Ayam Oleh Suaminya. (Kita Semua Tau,
Sop Ceker Ayam Sangat Bermanfaat Buat Mengurangi Demam) Suaminya
Dengan Segera Menyembelih Ayamnya Untuk Dimasak Cekernya.

Beberapa Hari Kemudian Sakitnya Tidak Kunjung Reda. Seorang Teman
Menyarankan Untuk Makan Hati Kambing. Ia Lalu Menyembelih Kambingnya
Untuk Mengambil Hatinya.

Masih, Istrinya Tidak Sembuh-Sembuh Dan Akhirnya Meninggal Dunia.
Banyak Sekali Orang Datang Pada Saat Pemakaman. Sehingga Sang Petani
Harus Menyembelih Sapinya Untuk Memberi Makan Orang-Orang Yang Melayat.
Dari Kejauhan…Sang Tikus Menatap Dengan Penuh Kesedihan. Beberapa
Hari Kemudian Ia Melihat Perangkap Tikus Tersebut Sudah Tidak
Digunakan Lagi.

JADI…SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA…PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.

Baca Selengkapnya »»  

Sebuah Gelas


Sepintas Jika Kita Melihat Gelas Yang Terisi Setengah Penuh, Dan Kita Bertanya Kepada 2 Orang, Mungkin Mereka Akan Menjawab “Gelas Itu Setengah Penuh” Dan Yang Lain “Gelas Itu Setengah Kosong

Ya, Jawaban Mereka Benar, Namun Tidak Banyak Orang Yang Dapat Meresapi Makna Tersebut

Gelas Setengah Kosong Dan Gelas Setengah Penuh Itu Pada Dasarnya Memiliki Jumlah Yang Sama. Namun Perbedaan Sudut Pandang Ini Mempengaruhi Hidup Kita.
Pernah Ada Seseorang Yang Mengeluhkan Hidupnya Yang Berat, Hari Yang Sibuk, Dan Beratnya Beban Pikiran.Sayapun Menanyakan Kepadanya
“Seberapa Berat Hidupmu ?”

“Berat Banget, Gue Harus Les Ini Itu, Pergi Kesana Kesini, Belajar Ini Dan Itu, Belum Mengurus Organisasi Sana Sini, Buat Proporsal Ini Itu, Minta Anggaran Buat Kampus Blablablablabla”
Dan Saya Pun Membalas “Hidup Itu Seperti Setengah Gelas”
“Hah Maksudnya ? “
“Ambilkan Gelas Dan Isi Air Setengah Dari Volume Gelas Tersebut”
“Gelasnya Buat Apa ?”
“Inilah Kesalahanmu, Kau Sibuk Mencari Tahu Apa Yang Tuhan Rencanakan, Itu Yang Membuatmu Kesulitan.”

Tak Lama Dia Kembali Membawa Gelas Dengan Terisi Setengah Air
“Sekarang Kamu Lihat, Gelas Ini Setengah Penuh Atau Setengah Kosong ?
“Yaa Sama Lah ! Kalo Gelasnya Setengah Terisi, Berarti Setengah Lagi Kosong”
“Sekarang Coba Kamu Lihat Dari Atas, Banyakan Kosongnya Atau Airnya ?”
“Hemm,,Sepertinya Banyakan Kosongnya Deh “
“Benar, Coba Kmu Lihat Dari Bawah,”
“Kalo Sekarang, Banyakan Airnya”
“Itu Dia, Selama Ini Kau Hanya Melihat Dari Sisi Atas Gelas, Kau Tidak Melihat Dari Sisi Bawah Gelas. Orang Biasa Akan Menilai Gelas Ini Setengah Penuh Dan Setengah Kosong, Tiada Arti Lebih, Itu Sebabnya Mereka Menjalani Hidupn Yang Biasa Dan Kerap Kali Merasakan Kebosanan,
Dan Mungkin Kamu Akan Berpikiran “Wah Gelasnya Bentar Lagi Penuh, Ayo Lebih Semangat Mengisi Airnyaa”

Atau Mungkin “Ya ! Gelasnya Sudah Hampir Habis, Bagaimana Ini, Bagaimana Ini Bagaimana Ini”
Berhenti Mencari Tahu Apa Yang Tuhan Mau Dan Rencanakan, Jika Kita Serahkan Jasmani Rohani Kita BuatNya, Niscaya Kita Akan Berguna Bagi Semua Orang




Baca Selengkapnya »»  

Mengenal Diri dengan Uang


Suatu Hari, Seorang Motivator Terkenal Membuka Seminarnya Dengan Cara Unik.
Sambil Memegang Uang Pecahan US 100, Ia Bertanya Kepada Hadirin, “Siapa Yang Mau Uang Ini?”
Tampak Banyak Tangan Diacungkan, Pertanda Banyak Yang Minat.
“Saya Akan Berikan Uang Ini Kepada Salah Satu Dari Anda Sekalian, Tapi Sebelumnya Perkenankanlah Saya Melakukan Ini.”
Ia Berdiri Mendekati Hadirin.
Uang Itu Diremas-Remas Dengan Tangannya Sampai Berlipat-Lipat.

Lalu Bertanya Lagi, “Siapa Yang Masih Mau Uang Ini?”
Jumlah Tangan Yang Teracung Tak Berkurang.
“Baiklah,” Jawabnya, “Apa Jadinya Bila Saya Melakukan Ini?” Ujarnya Sambil Menjatuhkan Uang Ke Lantai Dan Menginjak-Injaknya Dengan Sepatunya.
Meski Masih Utuh, Kini Uang Itu Jadi Amat Kotor Dan Tak Mulus Lagi.

“Nah, Apakah Sekarang Masih Ada Yang Berminat?”
Tangan-Tangan Yang Mengacung Masih Tetap Banyak.
“Hadirin Sekalian, Anda Baru Saja Mendapatkan Sebuah Pelajaran Penting.
Apa Pun Yang Terjadi Dengan Uang Ini, Anda Masih Berminat Karena Apa Yang Saya Lakukan Tidak Akan Mengurangi Nilainya.

Biarpun Lecek Dan Kotor, Uang Ini Tetap Bernilai 100 Dolar.”
Dalam Kehidupan Ini, Kita Pernah Beberapa Kali Terjatuh, Terkoyak, Dan Berlepotan Kotoran Akibat Keputusan Yang Kita Buat Dan Situasi Yang Menerpa Kita.
Dalam Kondisi Seperti Itu, Kita Merasa Tak Berharga, Tak Berarti.
Padahal Apapun Yang Telah Dan Akan Terjadi, Anda Tidak Pernah Akan Kehilangan Nilai Di Mata Mereka Yang TULUS MENCINTAI Anda.
So, Setiap Kali Merasa Diri Tak Berarti Lagi, Ingatlah Akan Selembar Uang 100 Dolar Tsb.
Jangan Pernah Lupa
Anda Adalah SPESIAL

Baca Selengkapnya »»